Rudi Nazar Pemuda yang suka Adventure dan Traveling dengan kendaraan Roda Dua, mempunyai mimpi untuk terus explore tanpa batas dan berbagi momen melalui tulisan dan konten di Blog ini.

Touring Motor Menuju Kota Ende NTT

3 min read

Touring Motor Menuju Kota Ende – Postingan ini sambungan dari sebelumnya yang berjudul Perjalanan Menuju Nusa Tenggara Timur, silahkan baca terlebih dahulu agar ceritanya bersambung 🙂

Setelah menyebrangi lautan selama 2 hari 2 malam, kami tiba di pelabuhan Reo NTT, Pak agung seorang KKM kapal mengajak kami menuju rumah saudaranya yang tak jauh dari pelabuhan yakni tempat kediaman vincen.

Jalan NTT yang mulus kami rasakan begitu keluar dari pelabuhan reo, di rumah vincen inilah menjadi tempat pertama yang kami singgahi, untuk beristirahat dan bersantai sembari menikmati segarnya air kelapa yang langsung diambil dari pohonnya. Tak hanya itu, kami juga di jamu makan dengan masakan khas warga sekitar.

Selesai istirahat makan, kami melanjutkan kembali perjalanan, tapi sebelum itu mengantarkan kembali pak agung menuju kapalnya di pelabuhan.

Kami diantar vincen menuju jalan lintas NTT menuju borong, di borong sudah ada seorang kawan yang menunggu kedatangan kami.

Setelah berpisah dengan vincen jalanan pegunungan dengan kelokan nya yang tajam menyambut kami, Tak hanya itu, beberapa kali kami menemukan jalanan yang rusak namun tidak begitu parah dan juga tidak terlalu panjang.

Ketika sudah menemukan marka jalan berwarna kuning kami yakin sudah berada dijalan yang benar menuju borong, karena marka garis kuning menandakan kami sedang berada di jalan lintas sebuah kota atau provinsi.

Motor super yang saya bawa dari Makasar, merupakan motor dengan mesin standar bawaan pabrik dari tahun 69, lantas saja larinya kurang begitu kencang, motor ini mempunyai kruk as kecil dan juga karbu kecil bawaan dari pabriknya.

Sampai pada akhirnya deni mensetting motor tersebut agar lebih kuat untuk menanjak dengan cara membesarkan lubang spuyer pada karbu motor.

touring motor ke ntt

Usai men-setting motor perjalanan kami lanjutkan, jalanan lintas NTT dari reo menuju ruteng didominasi oleh pegunungan dengan jalanan yang penuh kelokan, namun dibalik itu semua hamparan indahnya pemandangan menemani kami sepanjang perjalanan.

Kami tiba di ruteng pada sekitar pukul 4 sore, beristirahat sembari menanyakan rute menuju borong, tak sengaja kami bertemu dengan penjual martabak yang berasal dari cirebon dan brebes, kamipun diantar hingga perbatasan kota ruteng menuju borong.

Dari ruteng kami langsung tancap gas kembali melintasi jalanan NTT, sore itu ditutup dengan pemandangan matahari tenggelam seperti seolah mengumpat dibalik gunung.

Malam menyapa kami, begitu juga dengan cuaca yang mulai dingin, kami tetap melanjutkan perjalanan karena menuju borong sudah tak jauh lagi.

Sekitar menempuh perjalanan selama 3 jam kami tiba di borong, tepatnya dikediaman om yos,

Om yos sendiri merupakan warga borong yang sering menampung para bikers ketika touring ke NTT, kami sangat senang bertemu dengan beliau, orang yang sungguh baik dan juga sangat hebat menurut kami.

om yos borong

Malam itu kami menginap dikediaman beliau, sampai pagi hari kembali kami melanjutkan perjalanan menuju kota ende.

Usai berpamitan dengan om yos kami mengisi penuh tangkin bensin sebelum melanjutkan perjalanan menuju ende.

Perjalanan pun dilakukan menelusuri jalanan lintas NTT yang begitu banyak tikungan, lantas saja, dikalangan para biker, NTT kerap sekali disebut dengan negeri 1000 tikungan.

Sepanjang perjalanan dari borong menuju ende didominasi dengan pegunungan dan jalannya yang mulus, namun harus tetap berhati-hati ketika menikung, karena beberapa kali saya sempat mau terjatuh karena pasir yang berada di tikungan jalanan.

Tak hanya itu, hal ini terjadi karena ban motor pada vespa yang saya gunakan sudah mulai haus termakan usia, Tiba walengga kami beristirahat untuk makan siang disebuah rumah makan pinggir jalan.

Perjalanan dilanjutkan kembali, menelusuri jalanan dengan berbagai macam pemandangan yang indah, kami sangat menikmati jalanan disini, karena viewnya yang bagus, jalanan yang mulus dan juga tidak begitu banyak kendaraan besar berlalu lalang.

Terus menelusuri jalan lintas trans Flores sampai membawa kami tiba di Bajawa, daerah ini mempunyai kondisi cuaca yang sangat dingin karena berada diketinggian.

Sore hari menjelang magrib kami tiba di nangaroro, istirahat sejenak sambil mengisi perut yang sudah mulai lapar dan ditemani dengan view pantai yang begitu indah.

nangaroro flores

Sampai tak terasa malam kembali menyapa kami, dan perjalanan pun dilanjutkan karena kota ende sudah tak jauh lagi, motor deni sempat kehabisan bensin saat berada di jalanan yang gelap dan cukup menanjak, tak lama step dilakukan sampai menemukan penjual bensin terdekat.

Menuju kota ende kami menemukan kemacetan yang cukup panjang, dikarena kan sedang ada perbaikan jalan dan diberlakukannya buka tutup jalan pada malam hari itu sekitar pukul 8 malam.

Malam itu kami dijemput oleh bang katib, seorang biker nmex yang akan menampung kami di kota ende.

bang katib kota ende

Matahari menyapa kami kembali, siang itu kami dibawa jalan-jalan mengelilingi kota ende.

Tujuan pertama kami berkunjung ke tugu pancasila, dimana kota ini kerap sekali disebut dengan kota rahim pancasila, setelahnya kami berkunjung ke rumah pengasingan bung karno yang terkenal di kota ende.

Menurut informasi bung karno diasingkan ke ende pada tahun 1934 – 1938 selama 4 tahun dan di kota ini pula ia merenungkan Pancasila yang menjadi dasar bernegara Indonesia.

rumah pengasingan bung karno ende

Setelah berkunjung ke rumah pengasingan Soekarno lalu kami di bawa oleh bang katib menuju 0 km ende, disini pula terdapat tugu mengenang bencana alam tsunami pertama di Indonesia yang terjadi pada tahun 1992.

Lalu kami menuju taman renungan bung karno, dimana tempat ini menjadi sejarah bung Karno merumuskan 5 butir Pancasila yang tepatnya dibawah pohon sukun yang mempunyai 5 cabang.

Puas menikmati kota ende bersama bang katib, besoknya kami lanjutkan perjalanan menuju danau Kelimutu.

Saksikan lebih jelas petualangan Nazar Adventure – Touring Motor Menuju Kota Ende, pada video dibawah ini.

Rudi Nazar Pemuda yang suka Adventure dan Traveling dengan kendaraan Roda Dua, mempunyai mimpi untuk terus explore tanpa batas dan berbagi momen melalui tulisan dan konten di Blog ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.