Rudi Nazar Pemuda yang suka Adventure dan Traveling dengan kendaraan Roda Dua, mempunyai mimpi untuk terus explore tanpa batas dan berbagi momen melalui tulisan dan konten di Blog ini.

Perjalanan Menuju Danau Kelimutu dan Melintasi Jalanan Flores

2 min read

Perjalanan Menuju Danau Kelimutu dan Melintasi Jalanan Flores – Perjalanan kelanjutan dari perjalanan selanjutnya, silahkan baca terlebih dahulu yang ini ( Touring Motor Menuju Kota Ende NTT ) agar ceritanya jadi nyambung 🙂

Setelah puas menikmati kota ende, kami melanjutkan kembali perjalanan menuju danau Kelimutu.

Usai sarapan Kami berangkat pada pagi hari sekitar pukul 9 pagi, bang katib ikut mengantar sekaligus menunjukan arah jalan menuju danau Kelimutu.

Sepanjang mata memandang, saya begitu takjub akan indahnya negeri ini, hamparan pemandangan pegunungan yang luas dan jalanan yang mulus, begitu memukau dan memanjakan mata.

Tak lupa beberapa kali kami berhenti untuk mengabadikan momen dijalanan Flores menuju ke danau Kelimutu.

Terus menelusuri jalan lintas nasional, membawa kami tiba disebuah pasar dipinggir jalan, dipasar ini mayoritas pedagang menjual buah dan sayuran, kami pun beristirahat sejenak sembari menikmati hasil bumi yg dijual langsung oleh pedagang.

Perjalanan dilanjutkan kembali, hembusan angin yang dingin menghampiri kami sekaligus dengan jalanan yang terus menanjak.

Rute Menuju Danau Kelimutu sudah tak jauh lagi, akan tetapi semakin kami berada diketinggian semakin kabut tebal turun menutupi jalanan dan pandangan.

Kami sangat berhati-hati ketika melewati jalanan ini, cuaca yang dingin dan kabut yang membasahi pakaian, menambah dingin nya tubuh takala itu.

Tiba dipintu masuk dan membeli tiket, kami mulai melakukan pendakian, tidak terlalu jauh dan hanya memakan waktu sekitar 15 menit, akses menuju danau Kelimutu pun sudah bagus karena tersedianya anak tangga.

menurut informasi Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu.

Usai mengabadikan momen dan menikmati pesona indahnya danau Kelimutu, kami mencoba jalan menuju titik yang lebih tinggi, agar 3 danau dapat terlihat.

Namun alam sepertinya belum berpihak kepada kami, kabut secara perlahan turun menutupi semua keindahan danau Kelimutu, namun kami tetap berjalan menaiki anak tangga satu persatu hingga tiba di tugu puncak danau Kelimutu.

Namun ternyata kabut semakin tebal dan pemandangan disekitar benar2 sudah tertutup.

Kamipun melangkah turun menuju parkiran dan usai istirahat kami lanjutkan perjalanan kembali menunu ende.

Kabut yang tebal dan jalanan yang licin memaksa kami harus extra hati-hati, karena jalanan yang menurun dan jarak pandang yang sangat terbatas, tak sabar rasanya ingin segera turun karena dingin nya cuaca saat menembus kabut.

Hingga pada akhirnya kami turun dan secara perlahan menemukan cuaca yang cerah kembali,

Saat perjalanan menuju ende, kami singgah di kampung adat wologai, namun saat itu tak ada pengunjung satupun di kampung adat ini, dan para penghuni rumah pun saat itu sedang melakukan aktifitasnya diluar rumah, sehingga terlihat sangat sepi, hanya ada gerombolan anjing yang terus menggongong melihat kami berdua.

tak banyak informasi yang kami dapat mengenai kampung adat wologai ini, sampai pada akhirnya kami kembali melanjutkan perjalanan menuju kota ende.

kampung adat wologai

Ke esokan harinya kami berpamitan kepada teman-teman di kota ende, dan khusus nya bang katib, terimakasih banyak karena sudah menjamu kami di ende, suatu nanti kami akan kembali kesini.

Kembali mengisi penuh tangki bensin, dan menelusuri lintas flores dengan jalanannya yang begitu indah, hamparan pemandangan lautan sepanjang perjalanan begitu memukau dan sangat memanjakan mata.

Ditengah perjalanan kembali menuju borong, motor deni trouble yakni ban motor yang bocor akibat tak sengaja melindas paku, sekitar 15 menit kami menggati ban vespa yang bocor dengan ban dalam vespa yang baru.

Kami tiba kembali di borong, menemui kembali opa yos sekaligus untuk berpamitan pulang, terimakasih opa yos dan keluarga yang sudah menjamu kami di borong, sampai jumpa kembali.

Tak disangka opa yos mengantarkan kami hingga tiba di jalan akses dan kamipun berpisah dengan beliau

Tanpa dugaan, ditengah perjalanan kami berjumpa kembali dengan vincent di pintu masuk danau ranamese, dan vincent pun mengajak kami melihat keindahan danau ranamese ini.

danau ranamese

Menurut informasi Danau Ranamese termasuk danau vulkanik. Sebelumnya, danau ini berupa kawah gunung yang tertutup air sehingga bagian tepi danau curam. Danau ini juga serupa dengan danau triwana Kelimutu yang terbentuk dari kawah Gunung Kelimutu.

Usai menikmati keindahan danau ranamese kami lanjutkan kembali perjalanan, tiba di ruteng sekitar pukul 1 siang, kamipun beristirahat sekaligus mengisi perut yang sudah mulai lapar.

Perjalanan pun dilanjutkan kembali menelusuri jalanan lintas flores dan menemukan kembali jalur yang cukup menanjak dan tajam.

Kami berhenti sejenak sembari mensetting motor agar lebih kuat untuk menanjak.

Sepanjang perjalanan dari ruteng menuju labuan bajo kami dibuat takjub oleh indahnya pemandangan di setiap jalanan yang kami lalui.

Hingga sore hari itu ditutup dengan view sunset yang sangat indah.

Rudi Nazar Pemuda yang suka Adventure dan Traveling dengan kendaraan Roda Dua, mempunyai mimpi untuk terus explore tanpa batas dan berbagi momen melalui tulisan dan konten di Blog ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.