Rudi Nazar Pemuda yang suka Adventure dan Traveling dengan kendaraan Roda Dua, mempunyai mimpi untuk terus explore tanpa batas dan berbagi momen melalui tulisan dan konten di Blog ini.

Menyebrangi Pulau Kembali Menuju Sulawesi dengan Vespa

2 min read

Setelah prepare motor selesai dan kurang lebih menghabiskan waktu selama satu minggu di majalaya, kini kamipun siap untuk melakukan perjalanan kembali.

Kami memulai perjalanan pada malam hari sekitar pukul 8 malam, dari Majalaya Bandung menuju Tasikmalaya terlebih dahulu untuk istirahat dan mampir di rumah saudara deni, jalanan malam yang cukup sepi serta angin malam yang cukup dingin hingga sesekali membuat badan terasa menggigil.

prepare motor vespa touring

Tibalah kami di Tasikmalaya pada sekitar pukul 12 malam, pagi hari kembali menyapa, usai sarapan kami bergegas untuk kembali melanjutkan perjalanan.

Masih berada di Tasikmalaya kami singgah sejenak di rumah seorang kawan bernama adel, disini kami diberi kenang-kenangan berupa kaos yang cukup nyaman untuk digunakan selama dalam perjalanan.

Tak lama dari itu sekitar pukul 1 siang, perjalanan di lanjutkan kembali, dari tasik kami terus menelusuri jalur lintas selatan melewati Ciamis dan Banjar.

Cuaca yang cerah dan jalanan yang tidak terlalu padat saat melewati daerah ini, hingga tak terasa membawa kami memasuki perbatasan antara provinsi Jawa Barat dan provinsi Jawa Tengah.

perbatasan jawa barat jawa tengah

Di daerah ini, mulai terlihat pemandangan pesawahan yang luas dan pegunungan, serta jalanan yang mulai menanjak seiring rintik gerimis turun saat tiba di daerah lumbir, membuat jalanan cukup licin menjadikan harus lebih berhati-hati.

Sore itu kami tiba di sampang dan mampir dirumah seorang kawan bernama yugo, setiap perjalanan melintasi pulau jawa kami selalu singgah di rumah mas yugo karena lokasinya di cilacap sangat strategis untuk rest atau beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Selama 2 hari kami menginap disini dan berjalan-jalan sejenak melihat daerah sungai serayu dan jembatan kereta api, hingga sore hari itu, kami berpamitan untuk kembali melanjutkan perjalanan.

Dari cilacap terus mengarah menuju timur melewati banyumas dan Kebumen, menikmati pemandangan dan jalanan pada sore hari sembari menyaksikan pergantian siang menjadi malam.

Memasuki jalan deandles pada malam hari, rintik hujan turun saat kami melewati jalan deandles yang terkenal dengan trek lurusnya, serta angin yang cukup kencang meniup dari arah samping.

Tiba di jogjakarta kami beristirahat sejenak menikmati segelas jeruk panas untuk menghangatkan badan dan hidangan angkringan dipinggir jalan.

Setelahnya melanjutkan perjalanan dengan melewati jalan ringroad selatan menuju klaten.

jalan ring road jogja malam hari

Saat tiba di depan terminal Giwangan kami berhenti sejenak untuk mengganti busi motor yang mati, lalu terus menelusuri jalan lintas selatan sekitar pukul 10 malam kami beristirahat disebuah penginapan di daerah klaten.

Pada keesokan harinya perjalanan dilanjutkan kembali, dari klaten kami terus menelusuri jalanan lintas hingga membawa menuju solo, di solo kami beristirahat sejenak untuk makan siang.

Setelahnya, melanjutkan perjalanan kembali melewati Sragen dan tiba di perbatasan antara provinsi jawa tengah dan provinsi jawa timur.

perbatasan jawa tengah jawa timur

Beristirahat sejenak sembari menunaikan kewajiban disebuah mesjid tak jauh dari perbatasan, usai beristirahat kami kembali menelusuri jalan lintas hingga memasuki jalan mantingan, sebuah daerah yang cukup rimbun oleh pepohonan sehingga jalanan terasa lebih sejuk pada siang hari.

Jalanan ini terus membawa kami hingga melintasi madiun, nganjuk dan jombang, Hari berganti kembali menjadi malam, kami beristirahat sejenak di pom bensin daerah jombang.

Lalu melanjutkan perjalanan kembali dan tiba di kediaman rumah seorang kawan bernama acil di surabaya.

Acil merupakan seorang kawan yang bekerja disebuah jasa pengiriman kargo, setiap penyebrangan dari surabaya kami banyak di bantu oleh beliau.

Termasuk penyebrangan yang akan dilakukan saat ini, kami akan menyebrang kembali menuju Sulawesi tepatnya makasar.

Untuk menghemat penyebrangan, acil membantu kami agar motor dinaikan pada kendaraan besar atau truk fuso dan di tumpuk dengan barang-barang bawaan.

Sempat khawatir, tapi berhubungan truk ekspedisi ini sering melakukan hal tersebut jadi membuat rasa khawatir sedikit berkurang, semoga saja tidak terjadi hal yang tidak diinginkan pada motor.

Kami kembali menaiki kapal dharma kencana 7, kapal yang besar dengan fasilitas yang cukup lengkap serta desain interior yang terlihat mewah layaknya seperti sebuah hotel berbintang.

penyebragan menuju makasar

Namun tetap saja semewah apapun sebuah kapal rasanya kurang nyaman kalau perjalanannya memakan waktu yang cukup lama.

Di jadwal kapal ini berangkat pada hari rabu pukul 10 malam dan tiba di makasar pada jumat 5 subuh.

Namun pada kenyataan nya Kapal ini berangkat pada sekitar pukul 2 dini hari membawa kami tiba di makasar pada jumat pukul 10 siang atau menempuh perjalanan selama 32 jam diatas kapal.

Kami kembali menginjakkan kaki di pulau celebes, dan ikut menaiki truk menuju gudang tempat dimana motor dan barang-barang yang ada di mobil akan di turunkan.

Cukup lama menunggu pembongkaran barang-barang sampai akhirnya sekitar pukul 7 malam motor berhasil diturunkan dan langsung gas menuju tempat kediaman seorang kawan yaitu sandi bonang di gowa makassar.

Untuk cerita versi visual bisa kalian tonton pada video dibawah ini

Rudi Nazar Pemuda yang suka Adventure dan Traveling dengan kendaraan Roda Dua, mempunyai mimpi untuk terus explore tanpa batas dan berbagi momen melalui tulisan dan konten di Blog ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.