Rudi Nazar Pemuda yang suka Adventure dan Traveling dengan kendaraan Roda Dua, mempunyai mimpi untuk terus explore tanpa batas dan berbagi momen melalui tulisan dan konten di Blog ini.

Melintasi Nusa Tenggara Barat dan Pulau Jawa

3 min read

Melintasi Nusa Tenggara Barat dan Pulau Jawa – Sebelum membaca postingan ini lebih jauh lagi, pastikan kamu membaca terlebih dahulu postingan sebelumnya disini Perjalanan Menuju Danau Kelimutu dan Melintasi Jalanan Flores, agar ceritanya nyambung 🙂

Dari pelabuhan bajo kami menyebrangi lautan menuju NTB atau nusa tenggara barat, menempuh perjalanan kapal selama kurang lebih 7 jam, akhirnya kami tiba di pelabuhan sape Bima.

Hamparan pemandangan indah NTB seolah menyambut kami dan seolah mengucapkan selamat datang kembali di NTB.

Dari pelabuhan sape kami mulai memasuki tugu bertuliskan selamat datang kabupaten bima, pemandangan gunung dan sawah terlihat begitu indah dari atas kendaraan tua yang kami tunggangi, begitupun dengan jalanan yang mulus dan tak ramai oleh kendaraan berlalu-lalang.

Saya sangat menikmati setiap langkah perjalanan ini, terlebih ketika turun dari kapal dan memasuki daerah yang sebelumnya tak pernah saya kunjungi.

Tak lama dari itu kami tiba di perbatasan kabupaten bima, mengabadikan momen ini lalu melanjutkan kembali perjalanan.

Tak lama dari itu kami bertemu dengan seorang kawan vespa yang kebetulan rekan dari deni yakni bang didi.

Di rumah beliaulah kami singgah, siang berganti malam, bang didi mengajak kami menikmati kota bima pada malam hari, kamipun menikmati malam itu, disuatu tempat yang tak jauh dari masjid terapung kota bima.

Malam kembali berganti pagi, matahari seolah menghangatkan suasana, kami berjalan-jalan sebentar ke pasar senggol bima, lalu membeli ban untuk digantikan pada motor saya yang sudah mulai habis.

Kawan-kawan dari bina memasakan kami makanan khas daerah yang, kami sangat menikmati hidangan ini.

Dihari berikutnya kami melanjutkan perjalanan kembali, terimakasih bang didi yang sudah menampung kami di bima, kita pasti berjumpa kembali, menelusuri jalanan kota bima ditemani dengan view khas kota tepian air, pemandangan laut yang luar biasa indah kami nikmati sepanjang perjalanan bima menuju Sumbawa.

Istirahat sejenak dipinggir jalan ditemani dengan pemandangan view laut yang sangat indah dan damai, kami lanjutkan perjalanan kembali, menelusuri jalan listas nasional yang sangat mulus dan juga cukup sepi.

Tak ada hentinya hati ini mengucap syukur atas nikmat nya alam dan bahagia yang telah kami terima.

Kami kembali beristirahat pada sekitar pukul 1 siang, memasuki daerah Sumbawa matahari bersinar cukup terik hingga tak terasa tubuh mengucurkan keringat karena suhu yang cukup panas.

Tapi kami tetap menikmati perjalanan ini, hingga sore hari itu kami tiba di pelabuhan poto tanu dan menyebrang menuju lombok.

jalanan sumbawa

Menempuh perjalanan kapal selama kurang lebih 3 jam akhirnya kami tiba di pelabuhan kayangan, Lombok timur pada sekitar pukul 7 malam. Dan malam itu kami singgah di kediaman teman deni yakni bang ovan, menikmati makanan khas Lombok yaitu plecing dan juga yang lainnya, Terimakasih bang ovan kami lanjutkan perjalanan menuju mataram.

Di mataram kami singgah di PG (Planet Gaya) sebuah cafe atau tempat kediaman mas prio bersama dengan kawan-kawan dari GAIS (Green Army Independen Scooter), tak hanya itu kami juga mendapatkan undangan dari kawan deni yakni kang dadang yang juga merupakan warga jawa barat yang sudah menetap di lombok.

Hari berikutnya singgah di bengkel mandoang dan menginap dikediaman a giir, kami dibawa oleh a giir mengunjungi pantai pink, menempuh jalanan lombok yang mulus dengan viewnya yang begitu indah.

Tiba dipantai pink tak banyak aktivitas yang kami lakukan, sampai pada akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju pantai kura-kura.

pantai pink lombok

Jalanan menuju pantai ini sangat indah sekali, hamparan rerumputan tandus luas menyerupai savanah dengan pemandangan yang menakjubkan.

Tiba di pantai kura-kura, pantai ini memang memiliki keunikan tersendiri, dimana terdapat sebuah batu atau pulau yang menyerupai bentuk dari kura-kura, malam itu kami camping di pantai ini, dan menikmati keindahan pantai kura-kura pada pagi hari.

Sebelum melanjutkan perjalanan pulang kami di ajak oleh kawan vespa dari lombok menuju air terjun benang kelambu, berjalan menaiki anak tangga yang cukup jauh dan terjal, akhirnya kami tiba di air terjun benang kelambu.

Tak tahan melihat air yang begitu jernih dan segar, kami langsung nyebur berenang menikmati air terjun benang kelambu ini.

air terjun benang kelambu lombok

Sebelum melanjutkan perjalanan kembali menyebrangi lautan, deni memperbaiki motornya di bengkel mandoang karena karet shock depan yang rusak, kami pamit kepada a giir, mandoang dan kawan-kawan basis lainnya, terimakasih banyak karena sudah menampung kami di Lombok.

Kami lanjutkan perjalanan menuju pelabuhan lembar untuk menyebrang ke Surabaya,

Untuk bisa membeli tiket penyebrangan kami harus memvalidasi terlebih dahulu surat rafidtest di pelabuhan, pastikan surat rapidtest tersebut masih berlaku, dan setelahnya agen akan menerbitkan tiket kapal yang sudah dibeli.

Kapal yang kami naiki adalah kapal batu layar, merupakan kapal yang masih baru beroperasi, terlihat fasilitas didalamnya yang masih baru dan bersih, pperjalanan dari lombok menuju Surabaya memakan waktu selama satu hari satu malam.

Di kapal kami bertemu dengan chikon dan devan, mereka akan melakukan perjalanan menuju jogjakarta untuk kuliah, perjalanan dari Surabaya menuju jogjapun kami lakukan bersama mereka dan juga bersama seorang kawan yakni om nyonyo.

Menempuh perjalanan pada malam hari membawa kami tiba di ngawi, tempatnya di kediaman mas kentung, setelah beristirahat kami lanjutkan perjalanan dan menempuh jalur menuju magetan.

Matahari kembali tenggelam, malam itu kami melewati jalanan yang cukup gelap dan menanjak menuju cemoro kandang, Tawangmangu, daerah ini mempunyai cuaca yang sangat dingin karena merupakan area pintu masuk pendakian gunung lawu.

Menikmati semangkuk mie instan disebuah warung seolah menghangatkan tubuh dan juga suasana malam itu, pagi hari kami tiba di jogja, deni mengalami iritasi pada mata sehingga tak kuat lagi untuk membawa motor.

Sampai akhirnya kami mencari solusi dan bantuan kepada chikon untuk membawa motor deni ke bandung, akhirnya devan pun mau dan deni melanjutkan perjalanan pulang menuju bandung dengan menggunakan bis.

Dari jogja saya dan chikon melanjutkan perjalanan menuju Bandung, melewati lintas selatan selama kurang lebih 10 jam hingga membawa kami tiba kembali di bandung.

Terimakasih chikon sudah membantu kami mengantarkan motor deni dari jogja menuju bandung, dan devan pun kembali ke jogja dengan menggunakan bis.

Cerita lengkap mengenai perjalanan ini, silahkan saksikan video dibawah ini.

Rudi Nazar Pemuda yang suka Adventure dan Traveling dengan kendaraan Roda Dua, mempunyai mimpi untuk terus explore tanpa batas dan berbagi momen melalui tulisan dan konten di Blog ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.